REVIEW FILM BABYLON (2022)
"Babylon" berlatar belakang Hollywood pada era 1920-an, di mana industri film sedang berkembang pesat. Film ini mengikuti kisah tentang seorang bintang muda wanita dan seorang pengembara veteran Perang Dunia I yang mencoba membangun karier di dunia perfilman. Mereka berjuang untuk menemukan tempat mereka di antara kegilaan dan ambisi Hollywood yang berubah-ubah.
Film ini menggambarkan kisah yang dramatis dan sering kali mengesankan, dengan adegan-adegan yang menggambarkan megahnya Hollywood pada masa lalu. Sutradara mampu menangkap atmosfir dan estetika era tersebut dengan sangat baik, serta menampilkan kualitas sinematografi yang sangat menarik.
Namun, meskipun film ini memiliki kualitas sinematografi yang indah dan pemain yang mumpuni, beberapa kritikus menyebutkan bahwa jalan ceritanya tidak terlalu inovatif dan cenderung terdengar klise. Beberapa adegan juga dianggap cukup panjang dan membosankan, dan dapat membuat penonton merasa kehilangan fokus.
Namun, kelemahan film ini adalah jalan ceritanya yang cenderung terdengar klise dan tidak terlalu inovatif. Ada banyak film yang sebelumnya telah menggambarkan industri perfilman pada era yang sama, sehingga alur cerita "Babylon" terasa kurang orisinal dan tidak memberikan terlalu banyak kejutan bagi penonton.
Selain itu, beberapa adegan dalam film terasa sangat panjang dan membosankan, dan dapat membuat penonton kehilangan fokus. Hal ini menyebabkan film terasa lambat dan kurang dinamis.
Terakhir, meskipun akting dari para pemain, khususnya Margot Robbie, cukup baik, namun kualitas karakterisasi di dalam film ini terasa kurang kuat. Beberapa karakter terasa dangkal dan tidak memiliki pengembangan yang memadai.
Secara keseluruhan, "Babylon" adalah sebuah film yang menarik dan mengesankan, dengan kualitas sinematografi dan akting yang sangat baik. Namun, mungkin tidak menjadi film yang akan diingat oleh para penonton secara khusus dalam jangka panjang.
6/10





Comments
Post a Comment