REVIEW FILM CITY OF GOD (2002)
Dalam "City of God", Meirelles dan Lund mampu menggambarkan kehidupan yang keras, brutal dan penuh kekerasan di favela. Namun, mereka juga berhasil menampilkan sisi kehidupan yang penuh warna dan keindahan di tengah-tengah kondisi sosial yang sangat sulit.
Penggambaran karakter di dalam film ini sangat kuat dan memikat. Karakter-karakter yang digambarkan memiliki kehidupan yang rumit dan beragam latar belakang. Mereka memperlihatkan perjuangan hidup dan berjuang melawan lingkungan yang keras dan kejam.
Karya sinematografi di dalam film ini juga sangat memukau. Penggunaan warna dan cahaya yang tepat menciptakan suasana di dalam film yang khas, sehingga membuat penonton betah menontonnya. Suara dan musik yang dimainkan juga sangat cocok dengan suasana di dalam film.
Meskipun "City of God" banyak mendapatkan pujian dari para kritikus film dan dianggap sebagai salah satu film terbaik yang pernah dibuat, ada beberapa kritik yang diarahkan pada film ini.
Salah satu kritik yang sering diarahkan pada film ini adalah terkait dengan penggambaran kehidupan di favela. Beberapa kritikus berpendapat bahwa film ini terlalu memperlihatkan sisi kehidupan yang sangat sulit, dengan menampilkan kekerasan dan tindakan kriminal yang sangat berlebihan. Hal ini menyebabkan beberapa penonton merasa tidak nyaman dan sulit menerima penggambaran yang ada di dalam film.
Selain itu, beberapa kritikus juga mengkritik karakterisasi yang kurang mendalam dan pengembangan karakter yang terlalu singkat. Beberapa karakter tidak diberi waktu yang cukup untuk dikembangkan sehingga sulit bagi penonton untuk merasa terhubung dengan mereka.





Comments
Post a Comment